Jam 12 malem dan gw masih di kantor, sehat banget!!
Dan bersyukurlah para pembaca blog ini, karena gw ada disini untuk menampilkan tulisan2 indah agar dapat kalian nikmati. HUakakakakk....
Anyway, para pengguna telpon seluler, which is hampir semua orang pada saat ini punya, pasti lagi ketawa yah ngeliat para operator seluler, GSM khususnya, lagi perang tarif. Semua operator mengklaim kelebihan masing2, yang dimulai dari termurah, yang baik, ato -katanya- GSM yang baik. Begitu dahsyatnya perang tarif antar selular, sampe2 ada terif dengan angka nol dibelakang koma yang panjangnya dah kayak kereta babaranjang, dan ada yang rela kawin sama monyet plus berpoligami sama kambing. Hey guys, whats next???!!
Secara gw pengguna hape, salah satu operator yang lumayan besar juga, sebenernya ya ngerasa diuntungin lah dengan adanya perang tarif ini. Yang tadinya cuma smsan karena sms itu gratis, dan nelpon kalo penting aja, sekarang jadi nelpon karena murah dan sms tuh buat iseng aja. Bukannya kebanyakan pulsa, cuma kalo nelpon 1 jam bisa dengan harga 2 sms, kan semua yang perlu dibicarakan jadi lebih jelas. Kalo sms suka misscomunication gitu. Iya gak??
(ya iyalah, masa ya iya donk? Mulan aja jamilah, gak mulan jamidonk!!)
Masalahnya adalah, iklan itu terlalu melebihkan. Hampir semua iklan dibikin heboh, apalagi yang di tipi. Secara mata konsumen melotot ke bintang iklan, dan gambar2 menarik ditipi, jarang ada konsumen yang ngeliat tulisan -amat sangat- kecil yang biasanya ada di pojok2 layar tipi anda. Biasanya sih tulisan itu isinya 'syarat dan ketentuan berlaku'.
Contohnya XL, seluler yang pertama kali nongol dengan slogan 'bening' ini mencantumkan tulisan itu di iklannya. Dan syarat tersebut bisa lo liat disini. Meski ada juga operator seluler yang syarat dan ketentuannya disebutin secara gamblang, tetep aja di iklannya ada kata TAPI - nya.
See??
Oke fine, mungkin dengan alasan keuntungan dan jumlah pemakai + traffic di tiap regional beda, maka tiap operator bisa menentukan tarif berbeda di tiap jam dan lokasi konsumen, no problemo. Masalahnya adalah, sepertinya para operator kurang memperhitungkan lonjakan traffic yang ada kalo mereka bikin tarif murah. Yang ada malah telpon gagal, jaringan sibuk, gak ada sinyal. Yang lebih parah adalah, 600 sampe puas dan mati tiap 10 menit dikarenakan gangguan jaringan dan network busy!!
3 kali 10 menit yang dikali 600, ya jadi 1800 untuk 30 menit kan??
Kalo gitu apa masih judulnya 600 sampe puas???
Gak papa juga sih kalo seandainya kita mo nelpon yang gak penting, terus gak bisa nyambung karena tulalit ato network busy. Nah kalo pas keadaan darurat, misal kandang kucing lo kebakaran, dan lo mo nelpon pemadam kebakaran tapi tulalit, lo mo ngapain??
manggil dokter sunat di sebelah rumah??
Yah, mungkin itulah wajah persaingan usaha di negara kita. Untuk bisa ngeraih konsumen dan keuntungan besar, mereka ngelupain unsur terpenting dari jalur usaha mereka, pelayanan yang dapat memuaskan konsumen. Untuk apa sih telpon murah kalo gak bisa nyambung??
Untuk apa lo punya henpone tapi gak bisa dihubungin pas keadaan urgent??
Gak munafik memang, kita perlu layanan komunikasi yang murah dan terjangkau. Tapi diluar itu, layanan itu juga harus bisa digunain pada saat kita bener2 perlu. Buat gw pribadi, mending tarif normal aja deh, tapi layanan lancar. Daripada tarif super murah, mo nelpon aja harus call berulang2 selama 1 jam, dan cuma nyambung 10 menit.
Plis, bikin sesuatu yang nyata dan jujur. Jangan terlalu melebihkan dengan iklan dan promosi. Kalo kata para pengamat, gimmick gitu deh. Mengumumkan menjadi sesuatu yang ter-, tapi nyatanya gak bisa menjadikan itu semua sesuai sama iklannya.
Kasian konsumen......
Dan bersyukurlah para pembaca blog ini, karena gw ada disini untuk menampilkan tulisan2 indah agar dapat kalian nikmati. HUakakakakk....
Anyway, para pengguna telpon seluler, which is hampir semua orang pada saat ini punya, pasti lagi ketawa yah ngeliat para operator seluler, GSM khususnya, lagi perang tarif. Semua operator mengklaim kelebihan masing2, yang dimulai dari termurah, yang baik, ato -katanya- GSM yang baik. Begitu dahsyatnya perang tarif antar selular, sampe2 ada terif dengan angka nol dibelakang koma yang panjangnya dah kayak kereta babaranjang, dan ada yang rela kawin sama monyet plus berpoligami sama kambing. Hey guys, whats next???!!
Secara gw pengguna hape, salah satu operator yang lumayan besar juga, sebenernya ya ngerasa diuntungin lah dengan adanya perang tarif ini. Yang tadinya cuma smsan karena sms itu gratis, dan nelpon kalo penting aja, sekarang jadi nelpon karena murah dan sms tuh buat iseng aja. Bukannya kebanyakan pulsa, cuma kalo nelpon 1 jam bisa dengan harga 2 sms, kan semua yang perlu dibicarakan jadi lebih jelas. Kalo sms suka misscomunication gitu. Iya gak??
(ya iyalah, masa ya iya donk? Mulan aja jamilah, gak mulan jamidonk!!)
Masalahnya adalah, iklan itu terlalu melebihkan. Hampir semua iklan dibikin heboh, apalagi yang di tipi. Secara mata konsumen melotot ke bintang iklan, dan gambar2 menarik ditipi, jarang ada konsumen yang ngeliat tulisan -amat sangat- kecil yang biasanya ada di pojok2 layar tipi anda. Biasanya sih tulisan itu isinya 'syarat dan ketentuan berlaku'.
Contohnya XL, seluler yang pertama kali nongol dengan slogan 'bening' ini mencantumkan tulisan itu di iklannya. Dan syarat tersebut bisa lo liat disini. Meski ada juga operator seluler yang syarat dan ketentuannya disebutin secara gamblang, tetep aja di iklannya ada kata TAPI - nya.
See??
Oke fine, mungkin dengan alasan keuntungan dan jumlah pemakai + traffic di tiap regional beda, maka tiap operator bisa menentukan tarif berbeda di tiap jam dan lokasi konsumen, no problemo. Masalahnya adalah, sepertinya para operator kurang memperhitungkan lonjakan traffic yang ada kalo mereka bikin tarif murah. Yang ada malah telpon gagal, jaringan sibuk, gak ada sinyal. Yang lebih parah adalah, 600 sampe puas dan mati tiap 10 menit dikarenakan gangguan jaringan dan network busy!!
3 kali 10 menit yang dikali 600, ya jadi 1800 untuk 30 menit kan??
Kalo gitu apa masih judulnya 600 sampe puas???
Gak papa juga sih kalo seandainya kita mo nelpon yang gak penting, terus gak bisa nyambung karena tulalit ato network busy. Nah kalo pas keadaan darurat, misal kandang kucing lo kebakaran, dan lo mo nelpon pemadam kebakaran tapi tulalit, lo mo ngapain??
manggil dokter sunat di sebelah rumah??
Yah, mungkin itulah wajah persaingan usaha di negara kita. Untuk bisa ngeraih konsumen dan keuntungan besar, mereka ngelupain unsur terpenting dari jalur usaha mereka, pelayanan yang dapat memuaskan konsumen. Untuk apa sih telpon murah kalo gak bisa nyambung??
Untuk apa lo punya henpone tapi gak bisa dihubungin pas keadaan urgent??
Gak munafik memang, kita perlu layanan komunikasi yang murah dan terjangkau. Tapi diluar itu, layanan itu juga harus bisa digunain pada saat kita bener2 perlu. Buat gw pribadi, mending tarif normal aja deh, tapi layanan lancar. Daripada tarif super murah, mo nelpon aja harus call berulang2 selama 1 jam, dan cuma nyambung 10 menit.
Plis, bikin sesuatu yang nyata dan jujur. Jangan terlalu melebihkan dengan iklan dan promosi. Kalo kata para pengamat, gimmick gitu deh. Mengumumkan menjadi sesuatu yang ter-, tapi nyatanya gak bisa menjadikan itu semua sesuai sama iklannya.
Kasian konsumen......


No comments:
Post a Comment